Harian foormusique.biz

foormusique.biz: Momen Prabowo Jongkok Bareng Yenny Wahid yang Diusulkan Cawapres Anies Pernah Jadi Jurnalis


Untung99 menawarkan beragam permainan yang menarik, termasuk slot online, poker, roulette, blackjack, dan taruhan olahraga langsung. Dengan koleksi permainan yang lengkap dan terus diperbarui, pemain memiliki banyak pilihan untuk menjaga kegembiraan mereka. Selain itu, Untung99 juga menyediakan bonus dan promosi menarik yang meningkatkan peluang kemenangan dan memberikan nilai tambah kepada pemain.

Berikut adalah artikel atau berita tentang Harian foormusique.biz dengan judul foormusique.biz: Momen Prabowo Jongkok Bareng Yenny Wahid yang Diusulkan Cawapres Anies Pernah Jadi Jurnalis yang telah tayang di foormusique.biz terimakasih telah menyimak. Bila ada masukan atau komplain mengenai artikel berikut silahkan hubungi email kami di [email protected], Terimakasih.

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA – Momen Prabowo jongkok bareng Yenny Wahid yang diusulkan jadi cawapres Anies, pernah jadi jurnalis.

Nama Yenny Wahid mencuat ke permukaan jelang caon presiden (Capres) Anies Baswedan yang diusul NasDem, Partai Demokrat dan PKS pulang ke Indonesia usai melaksanakan ibadah haji.

Baca juga: Survei Calon Presiden: Prabowo Subianto Unggul, Ganjar Pranowo Mengejar, Anies Baswedan Tertinggal

Baca juga: Anies Baswedan Naik Haji di Undang Raja Salman, Suharso Monoarfa dan Ustaz Yusuf Mansur Ungkap Ini

Yenny yang merupakan putri Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid alias Gus Dur itu digadang-gadang mendampingi Anies Baswedan di Pilpres 2024.

“PKS yang penting wakilnya dari NU itu sejak awal. Demokrat sendiri itu menyebutkan nama Yenny sebagai salah satu usulan jadi cawapres Anies,” ujar Effendi dikutip dari Kompas.com.

Wakil Ketua Umum Partai demokrat, Benny K Harman juga membenarkan ada usulan Yenny Wahid menjadi cawapres Anies.

“Usulan kan banyak. Yang lain usul Yenny Wahid, yang lain usul Mba Khofifah, yang lain usul mantan Gubernur Jawa Barat, yang lain usul mas AHY. Ya kita serahkan kepada Mas Anies,” ujar Benny saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (3/7/2023).

Meski digadang-gadang menjadi cawapres Anies, ada momen yang patut menjadi perhatian bersama.

Momen itu adalah Prabowo Subianto yang dicalonkan menjadi Presiden RI 2024 jongkok bareng dengan Yenny Wahid.

Momen itu terjadi saat peringatan Hari Bhayangkara ke-77 pada 1 Juli 2023 di Gelora Bung Karko, Jakarta.

Saat itu Prabowo yang mengenakan stelan jas berwarna abu-abu dan mengenakan peci hitam menghampiri istri Gus Dur, Sinta Nuriyah. 

Baca juga: Yenny Wahid Ketum FPTI Laporkan Kesiapan Kejuaraan Dunia Panjat Tebing ke Presiden Joko Widodo

Sinta Nuriyah adalah ibu kandung Yenny Wahid kala itu duduk di kursi roda dengan pakaian tradisional Jawa dan mengenakan kerudung putih.

Prabowo kemudian menghampir Sinta Nuriyah kemudian jongkok menyalami istri dari almarhum Gus Dur. 

Yenny yang mengenakan kebaya dan kerudung berwarna orange turut jongkok mengikuti Prabowo.

Baik Prabowo, Sinta Nuriyah dan Yenny Wahid terlihat semringahbersilaturahmi.

“Jongkok… usai menghadiri acara HUT POLRI ke 77 di GBK sore tadi,” tulis Yenny di Instagram@yennywahid.

Baca juga: Penyebab Dana Kartu Jakarta Pintar Mengendap, Ini Penjelasan Komisi B

Apakah momen Prabowo jongkok bersama dengan Yenny Wahid menjadi pertanda Yenny akan menjadi cawapres Prabowo?

Yang jelas saat ini Partai Gerindra dabn PKB sudah berkoalisi menghadapi Pilpres 2024. Koalisinya bernama Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya.

Jadi Jurnalis Media Australia

Yenny Wahid yang asli bernama Zannuba Ariffah Chafsoh ini lahir di Jombang, 29 Oktober 1974.

Ia merupakan anak  kedua dari Gus Dur yang berpasangan dengan Sinta Nuriyah.

Pada 1992 Yenny Wahid menamatkan sekolahnya dari SMA Negeri 28 Jakarta.

Setelah lulus, Yenny Wahid melanjutkan pendidikannya di bidang studi Psikologi Universitas Indonesia.

Baca juga: Tempuh Puskesmas 10 Km dengan Berjalan Kaki, Balita Meninggal Dipelukan Sang Ayah

Kemudian Gus Dur menyarankan Yenny Wahid untuk keluar dari Universitas Indonesia yang diikuti olehnya.

Selanjutnya Yenny Wahid melanjutkan studinya di Jurusan Visual Universitas Trisakti.

Setelah itu Yenny Wahid meraih gelar Master Public Administration dari Harvard Kennedy School, Amerika Serikat.

Setelah lulus dari Universitas Trisakti, Yenny Wahid memulai kariernya sebagai wartawan.

Pada sekitar tahun 1997 dan 1999, Yenny Wahid terjun menjadi reporter di Timor-Timur dan Aceh sebagai koresponden koran terbitan Australia, The Sydney Morning Herald dan The Age (Melbourne).

Liputan Yenny Wahid terkait Timor Timur tersebut kemudian mendapatkan anugrah Walkley Award.

Dalam perjalanannya sebagai wartawan juga Yenny Wahid pernah sampai ditodong senjata kala Reformasi 1998.

Ia pernah ditodong senjata oleh oknum anggota ABRI yang sedang berusaha mensterilkan jalan lingkar Trisakti.

Karier Yenny Wahid sebagai wartawan kemudian terhenti ketika sang ayah naik menjadi presiden RI ke-4.

Saat itu Yenny Wahid selalu mendampingi kemanapun Gus Dur pergi dengan posisis Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik.

Baca juga: Warga Kehilangan Sepeda di Stasiun MRT Haji Nawi, Pihak MRT Sebut Bukan Tanggung Jawan Mereka

Pada 2004 dimana Yenny Wahid baru saja menyelesaikan studinya di Harvard, ia kembali ke Indonesia.

Pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono juga sempat menjabat sebagai staf khusus bidang komunikasi politik selama satu tahun.

Kemudian Yenny Wahid mengundurkan diri dari jabatan tersebut.

Saat itu Yenny Wahid juga menjabat sebagai Sekjen Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) periode 2005-2010. Namun ia diberhentikan pada 2008.

Pada 15 Oktober 2009, Yenny Wahid menikah dengan Dhorir Faris. Dari pernikahannya itu Yenny Wahid memiliki tiga putri.

Selesai dengan PKB, Yenny Wahid mendirikan partai politik sendiri dengan nama Partai Kedaulatan Bangsa (PKB) dan menjabat sebagai ketua umum selama 2008–2012.

Kemudian pada 2012, PKB melebur bersama Partai Indonesia Baru (PIB) menjadi Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia Baru (PKBIB).

Lagi-lagi, Yenny Wahid ditetapkan sebagai ketua umum.

Sejak 2014, Yenny menjabat sebagai Direktur The Wahid Institute, organisasi yang dia dirikan bersama sang ayah dan beberapa tokoh lainnya.

Pada Januari 2020, Yenny Wahid ditunjuk sebagai Komisaris Independen Garuda Indonesia sebagai perwakilan publik.

Satu tahun menjabat, Yenny Wahid mundur dari posisinya itu dengan alasan kondisi keuangan yang sangat sulit.

Yenny Wahid pernah menerima penghargaan Young Global Leader oleh World Economic Forum, bersanding dengan sejumlah tokoh seperti Mark Zuckerberg dan Tiger Woods pada 2009.

Berita ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Sosok Yenny Wahid Putri Gus Dur yang Masuk Bursa Bakal Cawapres Anies Baswedan